Rencana
Seperti hari-hari biasa, kelas B selalu rame dengan berbagai candaan agak aneh yang keluar dari mulut dan tingkahlaku orang-orang "agak-agak stres", misalnya : Asep dan Salma duduk berdua di kursi belakang sambil berpegangan tangan,. lalu datang seorang rahmatullah dan memergoki pasangan sejoli itu,. dengan lantang sambil menunjuk ke arah dua tangan yang saling berpegangan dia bilang "hayo-hayo karungan yeuh, karungan",.. karena kaget kedua tangan tersebut lepas dengan sendirinya,. melihat ekspresi mimik muka mereka, rahmatpun tertawa terbahak-bahak,. dan orang-orang yang ada di kelas tersebut ikut tertawa,. minimal tersenyum,.. 10 menit dosen belum juga datang,. semua duduk bebas di mana aja, ngamongin apa aja, ada yang duduk sambil baca buku, ada yang pacaran, ada juga yang duduk di teras luar kelas orang tersebut olik dan kikim.
"lik, sebentar lagikan samenan di Al-qudsiyah, ana (saya) kebagian tugas sebagai koordinator acara, tahun lalu A deden yang pegang, sekarang ana yang ke bagian tugas itu, ana mau minta anak-anak repair untuk ikut mengisi acara, kira-kira acara apa ya yang pas untuk mereka,.? mending akustikan atau kabaret".? tanya kikim ke olik.
"Kalau akustikan kayaknya kurang, soalnya rata-rata kita biasa bawain lagu-lagu pop rock jarang yang bawain lagu religi, lagian yang bisa akustian ga ngejamin mereka akan hadir pas acara,.jadi mendingan kabaretan aja, disini kan banyak yang jago teater, Imel, wahid , bibah dan yang laennya juga pasti bisa bantuin".
"tapi,. naskahnya gimana,..?"
"gampang, si imel juga pasti bisa bikinin, kalau ga si imel ya si waid,. kalau ga si waid,. ya kita cari aja naskah-naskah yang sudah jadi".
"oke,. gimana kalau sekarang aja kita umumin ke anak-anak mumpung dosennya belum datang"
"siip,. biar ana aja yang ngumumin, itung itung belajar ngomong di depan orang banyak,. nt mah dah biasa ini"
"silahkan,. nt pasti bisa lah".. sambil mepuk punggung olik yang sambil masuk kelas.
lalu olik berjalan ke depan kelas, sedangkan kikim duduk di kursi belakang.
"ehem-ehem,.. Asslamualaikum wr.wb" olik mulai bicara di depan kelas
"walikumsalam wr.wb" jawab sema orang yang ada di kelas serentak.
"tolong perhatikan ya, ada sedikit pengumuman, emh begini, bulan depan emh sekolahan nya kikim akan mengadakan acara samenan emhh dan dia sebagai koordinator acaranya, terus kita diminta untuk mengisi acara tersebut emh,. dan gimana kalau kita bikin kabaretan,.? kalian setuju ga,..?"
"tanggal, berapa,..?" tanya ntie
"tanggal 26 & 27 Juni,.. gimana mau ga,..? jawab olik sambil tanya kembali.
"okelah,. waid mah setuju bangeet" jawab waid.
"yang lainnya gimana,..? kalo setuju acung kan tangan"
80 persen yang di kelas mengacungkan tangan pertanda setuju.
lalu kikim ke depan kelas untuk melanjutkan dan memperjelas lagi rencana-rencana yang akan disusun.
"oke ya,.. kita setuju untuk bikin kabaret,. dan kita butuh naskah untuk kabaret ini, dan saya serahkan pembuatan naskah ini ke teh imel,.. teh imel siap,..?" tanya kikim ke imel
" aduhh maaf bukannya ga mau tpikan kalian juga tawu sekarang kan imel teh wanita karier jadi kayaknya ga da waktu untuk hal-hal semacam itu".. jawab imel dengan gayanya,.
" oh,. ya udah I see I see,.. kalo waid gimana kira-kira bisa ga bikin naskahnya,..?" tanya kikim lagi ke waid
"emhh,.. gimana ya,.. ya udah entar id coba deh, kalau mepet-mepet teuing mah id pake naskah orang aja ya,.."
"sipp,."
"kim kim,. kalau naskah nya sudah jadi, kapan kita bisa latihannya,.? kan kita semua sibuk dengan pekerjaan kita",. tanya tari.
"gampang,. entar bisa kita atur itu mah,. kita selesaikan dulu naskahnya dan dubingannya,." jawab kikim.
"kim ada dosen" armand ngasih tawu sambil menunjuk ke pintu masuk kelas,.
"owh,.. ya udah pengumuman sampai disini dulu, entar informasi lainnya menyusul,. wasalamuaaikum waarahmatullahi wabarakatuh." kikim menutup pembicaraannya
serentak semua menjawab"walikumsalam wr.wb"
Cari Tema Cerita
Sudah satu minggu berlalu tapi naskah belum jadi juga karena waid kelupaan, sibuk mempersiapkan reuni akbar di SMA 1 Parungkuda yang bertepatan dengan samenan di Al-qudsiyah. setelah beberapa kali didesak oleh kikim akhrinya waidpun memaksakan diri untuk membuat naskah nya,. waktu itu menunjukan jam 20.00 wib, waid pun mulai mencoba cari tema yang pas, disinilah otak waid pun terkuras memikirkan tema kabaret yang akan di mainkan, sempet waid berpikir akan membawakan tema tentang sex atau pergaulan bebas tapi tidak jadi karena naskah tersebut akan di tampilkan di sekolah yang bernotabene islam, setelah agak lama berpikir, merenung, jalan-jalan kecil di sekitar rumah untuk cari inspirasi akhirnya waid menemukan juga tema yang pas untuk naskah kabaretnya.. cerita nya di ambil dari sebuah film yang berjudul kiamat sudah dekat yang di modif lagi ceritanya agar tidak sama percis kaya filmnya dan dibumbui unsur-unsur komedi agar kelihatan lucu.. yang namanya kabaret pasti terdapat lagu-lagu didalamnya,. waid pun menguras lagi otaknya memikirkan lagu yang tepat untuk cerita yang akan dibawakannya nanti.. dua jam sudah berlalu, lagu pun sudah di dapat, tinggal yang terakhir, menentukan judul,. menentukan judul tidak sesulit menentukan tema,. jadi waid tidak perlu lama-lama menentukan judul naskah tersebut yang berjudul "Preman in Love".
"Alhamdulillah selesai juga naskahnya",.. syukur waid sambil mengangkat kedua tangannya untuk merenggangkan badannya,. lalu waid menengok kebelakang.
"hahh,.. udah jam 02.00 pagi lagi".. waid kaget, ternyata cukup lama juga dia mengerjakan naskah kabaret tersebut.
Di kediamannya kikim terasa hening, semua orang yang berada disana terlelap dalam tidur, setelah seharian sibuk beraktivitas dalam tugasnya masing-masing,. tiba-tiba terdengar lagu thank to Allah nya Micheal Jackson yang berdering dari handphonenya kikim, yang menandakan sms masuk, dalam ke adaan setengah sadar kikim bangun untuk menghentikan ringtone lagu tersebut tanpa dilihat isi smsnya. lalu kikim tidur lagi. pagi pun tiba setelah menunaikan ibadah shalat subuh, kikim langsung ingat semalam merasa bermimpi ada sms masuk ke handphonenya, setelah di cek ternyata itu bukan mimpi karena benar ada sms masuk, sms tersebut dari waid yang ber isi
wahid
Alhamdulillh naskah kabaret kt udh
jadi, judulnya "Preman in Love"
Penyempurnaan Naskah dan Latihan
Kini kikim dan wahid pun sibuk menyempurnakan makalah itu, mulai dari nyalin ke komputer karena pada awal pembuatan wahid menulis naskah tersebut melalui pena dan kertas, lalu mengoreksi bagian-bagian teks mana yang harus dihilangakan dan mana yang mesti di tambahkan, kemuadian dubbing suara,.. nah proses ini lah yang membutuhkan proses agak lama, karena harus membutuhkan beberapa orang untuk pengisi suara sedangkan yang aktif tidak lebih dari empat orang itupun tidak selalu kumpul setiap hari. maka dari itu, setiap malam minggu sepulang kuliah, gerombolan the repair menancapkan gas nya menuju rumah kikim. karena hanya malam minggu dan hari minggulah waktu renggang mereka. minggu ketiga menuju hari H, dubbing suara hampir selesai tapi masih banyak yang harus di perbaiki, belum lagi lagu-lagunya yang belum lengkap semua. pada minggu ke dua menuju hari H semua sudah selesai, berarti mereka tinggal latihan dan waktu latihan mereka tidak banyak, hanya dua minggu dan itu pun tidak 14 hari mereka latihannya.. di karenakan alasan lama, yaitu kerja. tapi mereka tidak pernah kawatir, dengan adanya pengalaman mereka di sma jadi mereka pasti bisa menjalankan perannnya dengan baik.
Mereka latihan hanya malem minggu dan hari minggu, lalu senin dan selasa malem sehabis pulang dari kampus. 3/4 naskah sudah bisa mereka perankan dengan baik walau tidak sepenuhnya sempurna.
Ini lah peran-peran yang di mainkan oleh The Repair :
- Kikim M Hakim sebagai Bento (preman)
- Dede Agustina sebagai Hafizah
- Mentari Aprilianti sebagai (Temannya Hafizah)
- Wahid Al Ahyad sebagai (Temannya Hafizah)
- Armand Maulana sebagai (Temannya Bento)
- Abdul Holik sebagai (Temannya Bento)
- Asep Lesmana S sebagai Ustadz Ujang (Gurunya Bento)
- Pak Samin sebagai H unang ( Bapaknya Hafizah )
Peran-peran dari Non Repair
- Teh Nia ( Kelas A ) sebagai Ambu ( Ibunya Hafizah )
- Sidik ( Murid Al-Qudsiyah ) sebagai Miaobi (Temannya bento)
- Martin ( Murid Al-Qudsiyah ) sebagai
- Murid Al-Qudsiyah ( lupa namanya ) sebagai Amil
Peran-peran figuran
- Anna
- Winda
- Echa
- Ira
Alur Cerita :
Kabaret ini menceritakan tentang perjuang seorang preman (bento) yang lupa pada agama, karena agamannya hanya tercantum di KTP doang, bento bertemu dengan seorang gadis cantik dan alim, anak kiai pula (Hafizah). si bento jatuh cinta kepada gadis itu dan berniat untuk melamarnya, karena bento tahu hafizah juga mencintainya, namun cinta mereka di tentang oleh orang tuanya, dengan alasan pereman tidak pantas menikahi anak seorang kiai. bento hampir putus asa, lalu teman-temannya bento mengusulkan untuk belajar mengaji kepada ustadz ujang. karena cinta nya yang kuat bento pun belajar mengaji.
setelah beberapa lama bento mengaji di ustadz ujang, perubahan drastispun tejadi pada bento, dan ia mulai pintar mengaji, dan dia berniat untuk kembali melamar hafizah, gadis cantik yang di cintainya. tapi ternyta dia terlambat karena hafizah telah di lamar duluan oleh seorang pengusaha minyak keturunan arab yang mengaku bujangan padahal telah beristri lima. Bento tidak rela gadis yang di cintainya harus menikah dengan lelaki beristri lima, dan dia juga yakin hafizah tidak mencintai lelaki tersebut.
Pernikahan telah dilaksanakan karena keluarga hafizah tidak tahu belangnya lelaki itu, saat sebelum hadirin mengucapkan kata `sah` bento datang dengan membawa identitas asli lelaki itu. keluarga hafizah tercengang,terutama bapaknya hafizah yang hampir menjerumuskan anaknya,. dan akhirnya bapaknya hafizah meminta maaf kepada hafizah karena hampir menjerumuskan anak semata wayangnya itu. dan pak unang pun berterima kasih kepada bento karena telah menyelamatkan anaknya. tanpa basa-basi bento pun langsung melamar hafizah dan langsung melaksanakan akad nikah pada saat itu juga setelah pak unang menerima lamaran bento. betapa bahagianya bento saat itu begitu pula hafizah, dan merekapun hidup bahagia selamanya.
